SIRAH MUHAMMAD RASULULLAH - FUAD HASHEM

Judul : SIRAH MUHAMMAD RASULULLAH
Pengarang : FUAD HASHEM
Penerbit : Tama Publisher
Kondisi : Buku baru, segel
Berat : 320 gr
Tebal: -
Harga : Rp. 23.000,- [harga toko : Rp. 37.900,-]

Sinopsis:

SIRAH MUHAMMAD RASULULLAH - Kurun Makkah, Suatu Penafsiran Baru

Dalam konteks peradaban post modernisme budaya Islam tetap eksis dan terus hidup. Hal ini tak lepas dari figur Muhammad yang mampu mendistribusikan sikap dan perilaku Islam kepada masyarakat sehingga ia tak lekang oleh zaman dan tak lapuk oleh waktu. Seluruh dimensi kehidupan – oleh beliau – telah diterjemahkan dengan contoh kongkrit dan mudah diterima akal sehat.
Dalam seluruh dimensi kehidupan bahkan di bidang politik pun, Muhammad tampil menjadi tokoh politikus ulung. Kebijakan dan keputusan beliau begitu cantik sehingga mampu menampung seluruh kepentingan politis yang lahir dari masing-masing golongan. Lihatlah bagaimana beliau mengambil kebijakan pada saat rehabilitasi Ka’bah. Tidak satu pun golongan atau bani yang dirugikan dengan kebijakannya itu. Masing-masing kabilah terwakilkan dengan sudut kain yang dibentangkan untuk mengangkat Hajarul Aswad. Begitu pula halnya dalam peperangan. Kebijakan perang yang dibuatnya begitu manusiawi; tak ada kakek, nenek, anak kecil dan wanita yang menjadi korban. Maka stigma terhadap Islam bagai menuang air di daun talas. Itulah Muhammad.
 
Dari Toko Buku Online

PENCEGAHAN PERKAWINAN DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG-UNDANG NOMER 1 TAHUN 1974

Sudah lebih dari satu dasa warsa Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (selanjutnya disebut UU No. 1/1974) telah dilaksanakan secara Nasional di Indonesia. Kehadirannya, telah memberikan landasan atau dasar hukum dari sistem perkawinan di Indonesia. Hukum ini mencakup pihak-pihak, yakni Pemerintah dan aparaturnya, dan sisi lainnya adalah masyarakat Indonesia. Di dalam        UU No. 1/1974 ini telah ditampung dengan semaksimal mungkin nilai-nilai perkawinan yang dihayati oleh bangsa Indonesia. Di lain pihak menampung pula unsur-unsur dan ketentuan hukum agama dan kepercayaan masyarakat yang berhubungan dengan perkawinan.

            Ada beberapa prinsip atau asas yang terdapat dalam UU No. 1/1974 ini yang bertumpu kepada tujuan suatu perkawinan, yakni bahwa perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia, kekal dan sejahtera. Untuk itu suami istri perlu saling membantu dan melengkapi agar masing-masing dapat mengembangkan kepribadiannya guna mencapai kesejahteraan jasmani dan rohani.

            Guna menjamin kepastian hukum maka suatu perkawinan adalah sah, bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan serta dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku sebagai prinsip legalitas.

Sedangkan prinsip lain yang dianut oleh UU No. 1/1974 ialah asas monogamy. Pengecualian dapat terjadi bilamana dikehendaki oleh bersangkutan, sepanjang hukum dan agama mengizinkannya.

            Di samping itu, adanya pembatasan usia kawin yakni calon mempelai pria 19 tahun dan calon mempelai wanita 16 tahun. Pembatasan ini dikandung maksud, bahwa calon suami istri itu harus masak jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan, agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik, tanpa berakhir pada perceraian dan dapat keturunan yang baik dan sehat. Untuk itu, harus di cegah adanya perkawinan antara suami istri yang masih di bawah umur.

Lebih Lengkap Lihat Sumbernya

Tujuan Periklanan

Tidak tepat jika periklanan ditujukan hanya untuk mempengaruhi penjualan, sebab banyak variabel yang mempengaruhi penjualan, termasuk iklan itu sendiri. Pendekatan yang lebih tepat adalah bila tujuan periklanan diarahkan pada tahap-tahap kesiapan pembeli untuk membeli produk, yaitu mengubah pelanggan dari tidak tahu menjadi memahami, mengambil sikap, lalu membeli. Oleh karena itu pemasar harus menentukan tahap mana yang perlu digarap lewat iklan.

Ada beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu :

1. Inventory Approach

Dalam pendekatan ini tujuan pengiklanan ditentukan atau diambil dari kumpulan berbagai tujuan perusahaan dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan pendekatan ini pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbeda yang bias ditekankan dalam pengiklanan, dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan tujuan pemasaran lainnya. Akan tetapi kelemahan dari pendekatan ini adalah bahwa tujuan yang dapat dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.

2. Hierarchy Approach

Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati tahapan-tahapan variabel psikologis.

Oleh karena itu, tujuan periklanan haruslah menggerakkan tahapan-tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian yang lebih besar, dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi, ingatan dan pengenalan pelanggan. Meskipun demikian, sulit sekali menghubungkan tujuan-tujuan itu dengan tujuan pemasaran. Selain itu pengukuran variabel psikologis juga sulit dilakukan dan bersifat subjektif apabila dibandingkan pengukuran pencapaian tujuan, seperti laba misalnya.

3. Attitudinal Approach

Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur sikap.

Tujuan-tujuan periklanan dapat berupa penyataan-pernyataan berikut :

• Mempengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu.

• Menambah karakteristik pada hal-hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.

• Mengubah persepsi terhadap merek perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

• Mengubah persepsi terhadap merek-merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

Pendekatan ini adalah penyempurnaan dari pendekatan hirarki, di mana pendekatan ini berupaya menghubungkan tujuan periklanan dengan tujuan pemasaran. Pendekatan sikap tidak hanya menunjukkan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan iklan, tetapi juga menunjukkan hasil-hasil tertentu yang akan dicapai. Tugas-tugas periklanan tersebut selanjutnya bisa dipakai untuk menentukan tujuan media.

 

Hai Dunia

Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama CyberMQ Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.
Posted in . 0 Comment »