1. Poligami, Adilkah?

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Keadilan adalah pemberian hak sesuai dengan porsinya. Jika kita bekerja satu minggu, jangan iri dengan gaji orang yang bekerja satu bulan. Jika kita punya satu toko, jangan iri dengan pendapatan orang yang punya sepuluh toko. Tidak pantas. Bahkan jika kita sekolah satu tahun ingin mendapatkan ilmu sama dengan orang yang sekolah lima tahun, itu yang tidak adil. Jika kita kerjanya malas-malasan, diberi hasil yang sama dengan orang yang kerjanya sangat giat, itu yang tidak adil, meski kita sama-sama orang Indonesia misalnhya. Tapi kalau kita sama-sama suatu bangsa, yang satu boleh mengembangkan nuklir yang lain tidak boleh, tentu itu tidak adil. Atau jika kita sama-sama mendapat nilai tujuh dalam ujian, (dan sama pula dalam hal yang lain) yang satu lulus yang lain tidak, tentu itu tidak adil.

 

Yang mensyariatkan menikah itu siapa sih? Coba dipikir. Jika manusia tidak perlu menikah (tidak disyariatkan menikah) siapa yang dirugikan? Laki-laki atau perempuan? Jika memperkosa tidak dilarang, siapa yang dirugikan? Atau jika hubungan seksual bebas tanpa ikatan, siapa yang menanggung akibat dari hubungan itu. Siapa yang hamil. Atau jika tidak ada yang mau hamil karena tidak ada pernikahan siapa penerus keturunan manusia? Maha Benar Allah, adalah sang pengatur yang Maha Sempurna. Jika satu hukum itu tidak universal untuk semua tempat dan jaman, untuk Arab atau Jawa, China atau Amerika, untuk 14 abad yang lalu atau 14 abad yang akan datang, tentu sang pencipta tidak akan menurunkan peraturannya melalui nabi-Nya yang al amin (terpercaya) dalam kitab-Nya yang terbukti adalah mujizat hingga sekarang.

 

Jangan merasa iri jika kita jadi bayi yang lemah, karena Sang Pencipta telah mencipta cinta. Jangan takut jadi perempuan yang lebih lemah dari laki-laki (pada umumnya), karena ada cinta dan kasih sayang. Sebagai perempuan, jika melawan laki-laki (secara umum) jangan menggunakan kekuatan, tapi gunakanlah rayuan dan cinta, maka kedudukan jadi seimbang.

 

Indonesia saja setuju bahwa perempuan perlu dilindungi (dengan adanya UU perlindungan terhadap perempuan). Paradoksnya, sebagai ‘yang perlu dilindungi’ tidakkah harus berterima kasih dengan adanya syariah pernikahan itu?

 

Bapakku mencintai ibuku, tapi bapakku juga sangat mencintai aku. Apakah tidak sangat konyol jika ibuku cemburu dengan cintanya bapakku kepadaku. Ibuku juga mencintai adikku. Apakah perlu, aku cemburu akan cinta ibuku pada adikku itu?

 

Q.4:3:Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil*, maka (kawinilah) seorang saja**, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. *. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. **. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

 

Bapakku berkecukupan. Dia punya seorang pembantu yang harus mencukupi kebutuhan tiga anaknya yang masih kecil, karena suami pembantu itu telah tiada. Bapakku memang tidak kemudian berpoligami dengan menikahi pembantu itu.

 

Tapi saya mencoba berpikir dari sisi ibuku. “Apakah sebagai seorang istri aku rela membagi kebahagiaan dengan orang lain sesama perempuan. Sebagai sesama perempuan. Dengan mengawinkan pembantuku itu dengan suamiku. Tentu kebahagiaan perempuan itu akan sangat bertambah. Tapi apakah kebahagianku akan berkurang? Tentu tidak. Aku akan tetap berkecukupan. Anak-anakku juga tetap berkecukupan. Apa bedanya keluarga kami bertambah empat orang karena adanya pernikahan itu atau keluarga kami bertambah karena aku melahirkan anak lagi, atau anak-anak kami menikah. Memang, soal harta ini menjadi terbagi. Tapi tentu bagi yang tidak rela adanya pembagian itu adalah hanya untuk orang-orang yang tidak bersifat mulia. Seperti orang yang berpikir “jika aku hanya punya satu saudara tentu warisan orang tuaku hanya dibagi dua, tapi karena ada adik lagi, bagianku jadi lebih kecil.” Hanya orang yang cemburu dengan saudara sendiri seperti itu yang tidak rela melihat orang lain lebih bahagia dengan sedekah kita yang sedikit. Padahal nilai yang kita berikan hanya sedikit dibanding nilai yang dirasakan oleh yang menerima. Apakah kita mau membuat orang lain bahagia karena sesuatu dari kita. Itu saja.

____________________

Selanjutnya ....

____________________

 

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, maka produktivitas kerja akan meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu:

a.       Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja

Selanjutnya ...

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Ok, ayo Stop Dreaming Start Action !!

Stop Dreaming Start Action adalah kata kunci yang kini banyak di coba di search engine, google.co.id. Setiap blogger yang mencoba mengikuti kontes SEO yang diadakan Joko Susilo, hampir tiap hari mengeceknya. Berharap posting di blog yang telah dibuat dengan mengeluarkan segala kemampuan tampil di halaman pertama. Bahkan kata-kata yang lain yang sering dicari di search engine seperti pemilihan presiden 2009, atau kasus isi email Prita Mulyasari, kalah dengan slogan tersebut. Demikian juga dengan kasus penganiayaan Cici Paramida, Manohara, atau Cinta untuk Marvel, jadi seakan kalah tenar di google. Ya, Joko Susilo memang telah berhasil menggerakkan slogan STOP DREAMING START ACTION di seluruh nusantara internet.

_____________________________

More....

_______________________________-

Sebuah slogan Stop Dreaming Start Action untuk Stop just Dreaming and Start Action now

Saat ini ada yang tengah menggalakkan Stop Dreaming Start Action, yang bukan cuma slogan, namun benar-benar diterapkan dalam dunia nyata. Dunia internet ini. Dunia yang katanya maya, namun bisa mendatangkan hasil yang benar-benar nyata, karena memang dibentuk dan dilakukan oleh hal yang nyata pula. Bukan cuma hanya berharap, bermimpi, mendapatkan sesuatu yang besar, namun juga meng-action-kannya sehingga bisa terwujud meskipun mungkin tidak 100%, namun benar-benar ada hasil yang membuat kehidupan kita menjadi lebih baik.

STOP JUST DREAMING AND START ACTION NOW

Banyak yang bilang, dan telah kita ketahui, bahwa kalau kita mengusahakan sesuatu, belum tentu berhasil. Tapi ada sesuatu yang pasti di sana, ketika kita berusaha, yakni PASTI ada kemungkinan berhasil. Namun kalau kita tidak melakukan apa-apa, hasilnya PASTI juga, PASTI tidak akan berhasil. Jadi lakukan saja, apa yang dibutuhkan untuk mencapai harapan kita. Bertindak sekarang juga, mulai dari apa yang bisa kita lakukan sekarang, dan terus kita lakukan, kemudian analisa, koreksi, analisa lagi, dan perbaiki lagi, terus menerus sehingga dapat mendekati seperti apa yang kita inginkan. Kemungkinan berhasil itu kita perbesar nilainya dengan memperbanyak mencoba dengan terus-menerus melakukan perbaikan.

more ...

____________________

Stop Dreaming Start Action

Posting ini untuk mendukung slogan Stop Dreaming Start Action yang kini banyak bermunculan di posting para blogger indonesia...

ok, mari Stop Dreaming Start Action !!! untuk masa depan yang lebih baik.

karena hari esok harus lebih baik dari hari. ini.

Stop just Dreaming,  Start Action now !!!