Contoh Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008

1. TUJUAN

Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan memastikan tingkat kepuasan pelanggan meningkat.

2. RUANG LINGKUP

Meliputi aktivitas penentuan standar pelayanan, melakukan survey ke pelanggan, analisa dan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. REFERENSI

3.1         Manual Mutu Perusahaan

3.2         ISO 9001 : 2008 klausul  8.2.1  (Pemantauan Kepuasan Pelanggan)

4. DEFINISI

  • Survei

Mengumpulkan informasi aktual dan signifikan mengenai ekspektasi dan persepsi pelanggan terhadap hal-hal yang dianggap fokus analisa sebagai dasar tindakan perbaikan atau perubahan untuk mengeliminasi ketidaksesuaian yang telah menimbulkan ketidakpuasan pelanggan.

  • Kepuasan Pelanggan

Persepsi pelanggan tentang tingkat pemenuhan persyaratan pelanggan

5. PENANGGUNG JAWAB.

5.1     Kabag Marketing, bertanggung jawab melakukan pelayanan baku terhadap pelanggan

5.2     MR (Management Representative/ Wakil Manajemen) dan Seluruh departemen yang terkait bertanggung jawab untuk menindak lanjuti hasil dari pelayan baku terhadap pelanggan.

5.3     Sekretariat ISO bertanggung jawab untuk mengendalikan dan menyimpan hasil Survei ke pelanggan.

6. PROSEDUR

6.1     Melakukan Pelayanan baku bagian pemasaran  ke pelanggan dan  memberikan daftar periksa survey kepuasan pelanggan, yang  berisi :

6.2     Melaksanakan aktivitas sesuai layanan baku pemasaran :………….

………Selengkapnya…. Contoh Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan sesuai ISO 9001 – 2008

.

Manusia

Membuat Skenario Komedi

Menurut Pak Aris, dibanding sinetron drama, membuat sinetron komedi jauh lebih susah.

“Kita harus bekerja dua kali.

Pertama, kita harus membuat jalan cerita, setelah itu baru kita menambah unsur lucu dalam cerita tadi. Lucu itu biasanya berasal dari kesalahan. Baik itu salah bicara, salah melakukan, salah paham, atau salah mengerti,” jelas Pak Aris.

Jadi, jelas membuat sinetron komedi, seperti Bajaj Bajuri, tidak mudah. Pak Aris membutuhkan waktu dua tahun untuk menyiapkannya.

Persiapan yang paling banyak memakan waktu adalah membuat karakter tokoh. Setiap karakter yang dibuat haruslah sedetail mungkin.

Mulai dari penampilan fisik, daerah asal, latar belakang pendidikan, sampai sejarah singkat hidup tokoh.

 

 

Baca lebih lanjut tulisan ini…

Membuat Skenario Komedi

 

 

1. Poligami, Adilkah?

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Keadilan adalah pemberian hak sesuai dengan porsinya. Jika kita bekerja satu minggu, jangan iri dengan gaji orang yang bekerja satu bulan. Jika kita punya satu toko, jangan iri dengan pendapatan orang yang punya sepuluh toko. Tidak pantas. Bahkan jika kita sekolah satu tahun ingin mendapatkan ilmu sama dengan orang yang sekolah lima tahun, itu yang tidak adil. Jika kita kerjanya malas-malasan, diberi hasil yang sama dengan orang yang kerjanya sangat giat, itu yang tidak adil, meski kita sama-sama orang Indonesia misalnhya. Tapi kalau kita sama-sama suatu bangsa, yang satu boleh mengembangkan nuklir yang lain tidak boleh, tentu itu tidak adil. Atau jika kita sama-sama mendapat nilai tujuh dalam ujian, (dan sama pula dalam hal yang lain) yang satu lulus yang lain tidak, tentu itu tidak adil.

 

Yang mensyariatkan menikah itu siapa sih? Coba dipikir. Jika manusia tidak perlu menikah (tidak disyariatkan menikah) siapa yang dirugikan? Laki-laki atau perempuan? Jika memperkosa tidak dilarang, siapa yang dirugikan? Atau jika hubungan seksual bebas tanpa ikatan, siapa yang menanggung akibat dari hubungan itu. Siapa yang hamil. Atau jika tidak ada yang mau hamil karena tidak ada pernikahan siapa penerus keturunan manusia? Maha Benar Allah, adalah sang pengatur yang Maha Sempurna. Jika satu hukum itu tidak universal untuk semua tempat dan jaman, untuk Arab atau Jawa, China atau Amerika, untuk 14 abad yang lalu atau 14 abad yang akan datang, tentu sang pencipta tidak akan menurunkan peraturannya melalui nabi-Nya yang al amin (terpercaya) dalam kitab-Nya yang terbukti adalah mujizat hingga sekarang.

 

Jangan merasa iri jika kita jadi bayi yang lemah, karena Sang Pencipta telah mencipta cinta. Jangan takut jadi perempuan yang lebih lemah dari laki-laki (pada umumnya), karena ada cinta dan kasih sayang. Sebagai perempuan, jika melawan laki-laki (secara umum) jangan menggunakan kekuatan, tapi gunakanlah rayuan dan cinta, maka kedudukan jadi seimbang.

 

Indonesia saja setuju bahwa perempuan perlu dilindungi (dengan adanya UU perlindungan terhadap perempuan). Paradoksnya, sebagai ‘yang perlu dilindungi’ tidakkah harus berterima kasih dengan adanya syariah pernikahan itu?

 

Bapakku mencintai ibuku, tapi bapakku juga sangat mencintai aku. Apakah tidak sangat konyol jika ibuku cemburu dengan cintanya bapakku kepadaku. Ibuku juga mencintai adikku. Apakah perlu, aku cemburu akan cinta ibuku pada adikku itu?

 

Q.4:3:Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil*, maka (kawinilah) seorang saja**, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. *. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. **. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

 

Bapakku berkecukupan. Dia punya seorang pembantu yang harus mencukupi kebutuhan tiga anaknya yang masih kecil, karena suami pembantu itu telah tiada. Bapakku memang tidak kemudian berpoligami dengan menikahi pembantu itu.

 

Tapi saya mencoba berpikir dari sisi ibuku. “Apakah sebagai seorang istri aku rela membagi kebahagiaan dengan orang lain sesama perempuan. Sebagai sesama perempuan. Dengan mengawinkan pembantuku itu dengan suamiku. Tentu kebahagiaan perempuan itu akan sangat bertambah. Tapi apakah kebahagianku akan berkurang? Tentu tidak. Aku akan tetap berkecukupan. Anak-anakku juga tetap berkecukupan. Apa bedanya keluarga kami bertambah empat orang karena adanya pernikahan itu atau keluarga kami bertambah karena aku melahirkan anak lagi, atau anak-anak kami menikah. Memang, soal harta ini menjadi terbagi. Tapi tentu bagi yang tidak rela adanya pembagian itu adalah hanya untuk orang-orang yang tidak bersifat mulia. Seperti orang yang berpikir “jika aku hanya punya satu saudara tentu warisan orang tuaku hanya dibagi dua, tapi karena ada adik lagi, bagianku jadi lebih kecil.” Hanya orang yang cemburu dengan saudara sendiri seperti itu yang tidak rela melihat orang lain lebih bahagia dengan sedekah kita yang sedikit. Padahal nilai yang kita berikan hanya sedikit dibanding nilai yang dirasakan oleh yang menerima. Apakah kita mau membuat orang lain bahagia karena sesuatu dari kita. Itu saja.

____________________

Selanjutnya ....

____________________

 

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, maka produktivitas kerja akan meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu:

a.       Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja

Selanjutnya ...

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Ok, ayo Stop Dreaming Start Action !!

Stop Dreaming Start Action adalah kata kunci yang kini banyak di coba di search engine, google.co.id. Setiap blogger yang mencoba mengikuti kontes SEO yang diadakan Joko Susilo, hampir tiap hari mengeceknya. Berharap posting di blog yang telah dibuat dengan mengeluarkan segala kemampuan tampil di halaman pertama. Bahkan kata-kata yang lain yang sering dicari di search engine seperti pemilihan presiden 2009, atau kasus isi email Prita Mulyasari, kalah dengan slogan tersebut. Demikian juga dengan kasus penganiayaan Cici Paramida, Manohara, atau Cinta untuk Marvel, jadi seakan kalah tenar di google. Ya, Joko Susilo memang telah berhasil menggerakkan slogan STOP DREAMING START ACTION di seluruh nusantara internet.

_____________________________

More....

_______________________________-

Sebuah slogan Stop Dreaming Start Action untuk Stop just Dreaming and Start Action now

Saat ini ada yang tengah menggalakkan Stop Dreaming Start Action, yang bukan cuma slogan, namun benar-benar diterapkan dalam dunia nyata. Dunia internet ini. Dunia yang katanya maya, namun bisa mendatangkan hasil yang benar-benar nyata, karena memang dibentuk dan dilakukan oleh hal yang nyata pula. Bukan cuma hanya berharap, bermimpi, mendapatkan sesuatu yang besar, namun juga meng-action-kannya sehingga bisa terwujud meskipun mungkin tidak 100%, namun benar-benar ada hasil yang membuat kehidupan kita menjadi lebih baik.

STOP JUST DREAMING AND START ACTION NOW

Banyak yang bilang, dan telah kita ketahui, bahwa kalau kita mengusahakan sesuatu, belum tentu berhasil. Tapi ada sesuatu yang pasti di sana, ketika kita berusaha, yakni PASTI ada kemungkinan berhasil. Namun kalau kita tidak melakukan apa-apa, hasilnya PASTI juga, PASTI tidak akan berhasil. Jadi lakukan saja, apa yang dibutuhkan untuk mencapai harapan kita. Bertindak sekarang juga, mulai dari apa yang bisa kita lakukan sekarang, dan terus kita lakukan, kemudian analisa, koreksi, analisa lagi, dan perbaiki lagi, terus menerus sehingga dapat mendekati seperti apa yang kita inginkan. Kemungkinan berhasil itu kita perbesar nilainya dengan memperbanyak mencoba dengan terus-menerus melakukan perbaikan.

more ...

____________________

Stop Dreaming Start Action

Posting ini untuk mendukung slogan Stop Dreaming Start Action yang kini banyak bermunculan di posting para blogger indonesia...

ok, mari Stop Dreaming Start Action !!! untuk masa depan yang lebih baik.

karena hari esok harus lebih baik dari hari. ini.

Stop just Dreaming,  Start Action now !!!

SIRAH MUHAMMAD RASULULLAH - FUAD HASHEM

Judul : SIRAH MUHAMMAD RASULULLAH
Pengarang : FUAD HASHEM
Penerbit : Tama Publisher
Kondisi : Buku baru, segel
Berat : 320 gr
Tebal: -
Harga : Rp. 23.000,- [harga toko : Rp. 37.900,-]

Sinopsis:

SIRAH MUHAMMAD RASULULLAH - Kurun Makkah, Suatu Penafsiran Baru

Dalam konteks peradaban post modernisme budaya Islam tetap eksis dan terus hidup. Hal ini tak lepas dari figur Muhammad yang mampu mendistribusikan sikap dan perilaku Islam kepada masyarakat sehingga ia tak lekang oleh zaman dan tak lapuk oleh waktu. Seluruh dimensi kehidupan – oleh beliau – telah diterjemahkan dengan contoh kongkrit dan mudah diterima akal sehat.
Dalam seluruh dimensi kehidupan bahkan di bidang politik pun, Muhammad tampil menjadi tokoh politikus ulung. Kebijakan dan keputusan beliau begitu cantik sehingga mampu menampung seluruh kepentingan politis yang lahir dari masing-masing golongan. Lihatlah bagaimana beliau mengambil kebijakan pada saat rehabilitasi Ka’bah. Tidak satu pun golongan atau bani yang dirugikan dengan kebijakannya itu. Masing-masing kabilah terwakilkan dengan sudut kain yang dibentangkan untuk mengangkat Hajarul Aswad. Begitu pula halnya dalam peperangan. Kebijakan perang yang dibuatnya begitu manusiawi; tak ada kakek, nenek, anak kecil dan wanita yang menjadi korban. Maka stigma terhadap Islam bagai menuang air di daun talas. Itulah Muhammad.
 
Dari Toko Buku Online

PENCEGAHAN PERKAWINAN DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG-UNDANG NOMER 1 TAHUN 1974

Sudah lebih dari satu dasa warsa Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (selanjutnya disebut UU No. 1/1974) telah dilaksanakan secara Nasional di Indonesia. Kehadirannya, telah memberikan landasan atau dasar hukum dari sistem perkawinan di Indonesia. Hukum ini mencakup pihak-pihak, yakni Pemerintah dan aparaturnya, dan sisi lainnya adalah masyarakat Indonesia. Di dalam        UU No. 1/1974 ini telah ditampung dengan semaksimal mungkin nilai-nilai perkawinan yang dihayati oleh bangsa Indonesia. Di lain pihak menampung pula unsur-unsur dan ketentuan hukum agama dan kepercayaan masyarakat yang berhubungan dengan perkawinan.

            Ada beberapa prinsip atau asas yang terdapat dalam UU No. 1/1974 ini yang bertumpu kepada tujuan suatu perkawinan, yakni bahwa perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia, kekal dan sejahtera. Untuk itu suami istri perlu saling membantu dan melengkapi agar masing-masing dapat mengembangkan kepribadiannya guna mencapai kesejahteraan jasmani dan rohani.

            Guna menjamin kepastian hukum maka suatu perkawinan adalah sah, bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan serta dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku sebagai prinsip legalitas.

Sedangkan prinsip lain yang dianut oleh UU No. 1/1974 ialah asas monogamy. Pengecualian dapat terjadi bilamana dikehendaki oleh bersangkutan, sepanjang hukum dan agama mengizinkannya.

            Di samping itu, adanya pembatasan usia kawin yakni calon mempelai pria 19 tahun dan calon mempelai wanita 16 tahun. Pembatasan ini dikandung maksud, bahwa calon suami istri itu harus masak jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan, agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik, tanpa berakhir pada perceraian dan dapat keturunan yang baik dan sehat. Untuk itu, harus di cegah adanya perkawinan antara suami istri yang masih di bawah umur.

Lebih Lengkap Lihat Sumbernya

Tujuan Periklanan

Tidak tepat jika periklanan ditujukan hanya untuk mempengaruhi penjualan, sebab banyak variabel yang mempengaruhi penjualan, termasuk iklan itu sendiri. Pendekatan yang lebih tepat adalah bila tujuan periklanan diarahkan pada tahap-tahap kesiapan pembeli untuk membeli produk, yaitu mengubah pelanggan dari tidak tahu menjadi memahami, mengambil sikap, lalu membeli. Oleh karena itu pemasar harus menentukan tahap mana yang perlu digarap lewat iklan.

Ada beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu :

1. Inventory Approach

Dalam pendekatan ini tujuan pengiklanan ditentukan atau diambil dari kumpulan berbagai tujuan perusahaan dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan pendekatan ini pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbeda yang bias ditekankan dalam pengiklanan, dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan tujuan pemasaran lainnya. Akan tetapi kelemahan dari pendekatan ini adalah bahwa tujuan yang dapat dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.

2. Hierarchy Approach

Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati tahapan-tahapan variabel psikologis.

Oleh karena itu, tujuan periklanan haruslah menggerakkan tahapan-tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian yang lebih besar, dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi, ingatan dan pengenalan pelanggan. Meskipun demikian, sulit sekali menghubungkan tujuan-tujuan itu dengan tujuan pemasaran. Selain itu pengukuran variabel psikologis juga sulit dilakukan dan bersifat subjektif apabila dibandingkan pengukuran pencapaian tujuan, seperti laba misalnya.

3. Attitudinal Approach

Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur sikap.

Tujuan-tujuan periklanan dapat berupa penyataan-pernyataan berikut :

• Mempengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu.

• Menambah karakteristik pada hal-hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.

• Mengubah persepsi terhadap merek perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

• Mengubah persepsi terhadap merek-merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

Pendekatan ini adalah penyempurnaan dari pendekatan hirarki, di mana pendekatan ini berupaya menghubungkan tujuan periklanan dengan tujuan pemasaran. Pendekatan sikap tidak hanya menunjukkan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan iklan, tetapi juga menunjukkan hasil-hasil tertentu yang akan dicapai. Tugas-tugas periklanan tersebut selanjutnya bisa dipakai untuk menentukan tujuan media.

 

Hai Dunia

Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama CyberMQ Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.
Posted in . 0 Comment »